Hai teman-teman,
saya sekarang menjadi Life Planner di Wana Artha Life, perusahaan asuransi lokal. Berdiri pada 17 Mei 1974, jadi sudah 43 tahun (saya menulis ini di tahun 2017). Sebelumnya saya pernah di sebuah asuransi internasional sekian tahun yang lalu, tidak lanjut karena kesibukan kerja kantoran dan mengajar. Tahun 2017 ini waktu saya agak luang dan saya melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan dari WAL ini. Meski lokal tapi kinerjanya oke. Hal ini akan saya jelaskan pada postingan yang lain.
Di sisi lain, saya ingin membantu teman-teman saya yang memiliki resiko ekonomi atas kehidupannya tapi tidak mampu membayar premi yang cukup tinggi dari perusahaan asuransi lain. Maklum, untuk harian saja mereka pas-pasan, ada lebih sih ada, tapi lebihnya cuma sedikit. Nah, di WAL ini, keinginan tersebut bersambut. Minimal preminya cukup murah, meskipun dengan demikian UP atau Uang Pertanggungannya otomatis kecil juga. Semakin besar premi, maka UP-nya semakin besar. Semakin kecil premi, semakin kecil UP yang akan diterima kemudian Ini rumus standar asuransi di manapun. Tetapi, lebih baik punya asuransi seberapapun kecilnya, daripada tidak punya sama sekali.
Kantor saya berlokasi di Gedung Multika, Mampang, Jakarta Selatan. Tetapi saya bisa dihubungi di nomor 0812 8115-0858 (bisa WA), atau dengan suami saya yang merupakan my life partner dan my business partner pak Ilham di nomor 0815 6340 2870, bisa WA juga.
![]() |
| Bu Pipit Apriani dan pak Ilham Yunda |
Premi dari sejumlah asuransi produk Wana Artha Life bisa mulai Rp 200 ribu per bulan. Hari gini uang 200 ribu kalau digunakan untuk konsumsi habis hanya sekejap. Tapi kalau diinvestasikan di kami, bisa untuk menjamin masa depan anda. Kalau ada rejeki, bisa Top Up (atau ditambahkan), lumayan untuk memperbesar Nilai Tunai asuransi anda.
Masih takut dengan asuransi? "Elo nyumpahin gue mati!" sepertinya dan seharusnya tidak boleh ada lagi dalam pikiran orang Indonesia khususnya yang beragama. Karena mati adalah seuatu hal yang pasti hanya kita tidak tahu saja jadwal dan giliran kita. Kita hanya mempersiapkan dunia akhirat. Akhirat dengan beribadah sesuai dengan agama masing-masing. Dunia dengan mendidik anak, menjaga keluarga baik spiritual, jiwa raga dan ekonomi, termasuk di dalamnya menyiapkan masa depan dengan tabungan dan asuransi.
Orang tua bisa saja pergi, tapi masih ada anak-anak yang akan butuh biaya hidup sepeninggal mereka. Yang muda bisa saja pergi lebih dahulu, karena berbagai hal, dan akan membebani keluarga jika dia tulang punggung keluarga.
Berita bagus adalah bahwa tingkat hidup orang Indonesia semakin meningkat. Sehingga asuransi justru menjadi alat investasi yang semakin dicari dan digunakan oleh orang yang melek finansial untuk menikmati masa tuanya dengan gaya hidup yang dimilikinya semasa muda, tanpa perlu ngoyo kerja gedebak gedebuk seperti di masa mudanya. Gak pengen kan, udah usia 65 atau 70 tapi masih banting tulang cari duit. Helooooo, waktu mudanya ngapain aja....


No comments:
Post a Comment